Friday, 19 September 2014

Mentari Pagi

 
                       
 
~~Suatu pagi seperti biasa aku mengagumi matahari sebagai ciptaan Tuhan dan menikmati hangatnya sinar yang dipancarkannya.... Namun, tidak seperti biasanya sinar mentari yang menyentuh tubuhku pagi itu... terasa nikmat...nikmat sekali... dan aku belum pernah merasakan nikmat seperti itu seumur hidupku...

~~Aku seperti dibuai dengan rasa nikmat yang teramat sangat, terasa melayang hingga aku tidak lagi berasakan bahawa aku sedang berdiri berpijak di bumi... melayang entah ke mana menyatu dalam nikmat cahaya mentari pagi itu...

~~"Mimpikah aku?" Ternyata tidak... aku menyaksikan seluruh alam menatapku dengan senyuman yang terindah yang pernah ku lihat, lebih indah daripada senyuman siapapun yang pernah ku lihat, bahkan senyumnya membuatku terasa bagai dibuai dengan rasa yang tak terucap...

~~Aku bergerak ke arah mentari dan ku rasakan  aku akan berhadapan dengan Sang Mentari, semakin dekat maka semakin luar biasa nikmat yang ku rasakan daripada buaian sinarnya.

~~Ingin ku gapai Sang Mentari, ingin ku peluk dan tak ku lepaskan lagi...lalu saat aku berhadapan dengan Sang Mentari, aku berkata?

~~"Hai Mentari. Mengapa sinarMu terasa nikmat menyentuh kalbuku?"
~~"Hai Mentari, mengapa rasa nikmat ini baru ku rasakan saat ini dan mengapa tidak sejak dulu?"

~~Mentari seakan memahami apa yang ada di benakku... lalu seakan dipeluknya diriku hingga aku tidak mampu lagi berasakan apapun seakan  menjadi sebahagian daripada nikmat itu sendiri...ah indahnya!!

~~Lalu perlahan Sang Mentari melepaskan diriku dan menjauh daripadaku... ku lihat seluruh alam menunduk memberi hormat padaku.... dan ku lihat seluruh alam dan diriku perlahan memancarkan cahaya keemasan yang teramat indah yang berasal dari sinar Sang Mentari...

~~Aku menatap Sang Mentari...seakan Dia berkata kepadaku..."Jangan bersedih, Aku tak pernah menjauh daripada dirimu dan janganlah khuatir tentang apapun kerana Aku bersamamu dan meliputi alam semesta yang menyintaimu."

~~Perlahan sinar mentari terasa hangat di tubuhku dan tidak lagi terasa nikmat, tubuhku bergetar hebat, terduduk, terdiam, dan perlahan aku menangis tersedu-sedu... lalu ku sebut nama Tuhanku berkali-kali seakan tidak mahu berhenti...
p/s: Kisah seorang sufi muda ketika mengalami peristiwa Dzattulhaq..
Sumber: Kitab Kunci Pembuka dan Rahasia Ilmu Ma'rifatullah

Cinta Sejati

Tidakku cintamu kekasih
Kerana balasan yang engkau janjikan dulu,
Untukku sebuah taman,
Yang mengalir sungai kebahagiaan...
 
 
sepenggal lirik "wasilah kasih" dari kumpulan okid diatas menyiratkan sebuah arti tentang Cinta Sejati, bukan cinta pada pacar atau pada kekasih, tapi cinta pada sang pencipta, cita pada yang maha kuasa.
sebuah cinta sejati tidak mengharapkan apa-apa dari yang dicinta, tidak mengharap balasan, sebuah cinta murni adalah sebuah ketulusan, ketulusan untuk selalu mengingat dan selalu menyebut namaNYA tiap saat.
surga adalah sebuah tempat yang maha indah yang telah dijajikan pada semua manusia asalkan cinta manusia hanya padaNYA. tapi sebuah cinta tidak mengharapkan balasan apapun termasuk surga. 
jika mau mencinta,
jika mau menyembah,
jika mau berbakti,
jika mau bersujud,
dan jika mau secara tulus berserah diri padaNYA, berserahlah tanpa syarat, tanpa mengharap dan tanpa meminta sebua balasan.
lupakan surga, lupakan neraka, menyintalah setulus hatimu, segenap ragamu serta persembahkan seluruh jiwamu pada dia yang Maha Kasih. itulah arti Cinta Sejati salam siang #Pengembara-Sukma

Bersyukurlah Dengan Takdirmu

 Bersyukurlah Dengan Takdirmu

                 
Seluruh kehidupan di dunia ini sudah di atur oleh yang maha kuasa, apa lagi yang mau di mohon ?
Hari ini, kita tidak tahu masalah hari esok, apa yang mau di khawatirkan ?
jadi, tidak usah berharap karena itu semua adalah jalan hidupmu.
jadi, tidak usah meminta karena semua telah diberikan untukmu.
jadi, jangan mengeluh dan bersedih karena itulah takdir dan jalan hidupmu.

apakah kurang cukup hingga kau masih perlu memohon??
apakah kurang puas hingga kau selalu meminta??
apakah kurang bahagia dengan jalan dan takdirmu sendiri??

tidakkah pernah kau berfikir, untuk selalu bersyukur??
tidakkah pernah kau berfikir, untuk selalu puas atas pemberian dan selalu bahagia??
tidakkah pernah kau berfikir, bahwa yang maha kasih telah mengasihi kita semua??

yang lalu biarlah berlalu, esok hari toh belum juga datang, yang paling baik adalah berbuat kebajikan untuk saat ini dan bahagia selalu dengan penuh kesyukuran, selalulah Bersyukurlah Dengan Takdirmu. salam siang #Pengembara-Sukma

Angkuhnya Manusia

"Mahameru sampaikan sejuk embun hati
  Mahameru basahi jiwaku yang kering
  Mahameru sadarkan Angkuhnya Manusia
  Puncak abadi para dewa..."

Sayup - sayup terdengar lagu lama dari dewa 19. dalam liriknya terdapat sebuah kalimat yang sangat dalam artinya bagi kehidupan manusia, yaitu "Mahameru sadarkan Angkuhnya Manusia". memang benar, banyak manusia sangat angkuh, sombong dan masih mementingkan egonya. kita sebagai manusia harusnya sadar bahwa yang berhak dan boleh angkuh hanya dan hanya DIA yang Maha Kuasa.
Mahameru sebagai contoh, puncak tersebut adalah satu diantara banyak puncak yang menjulang tinggi di seluruh penjuru Dunia. dan siapa saja yang pernah menjapai puncaknya pasti akan segera sadar bahwa manusia itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan alam semesta. dibutuhkan sebuah perjuangan dan kesabaran yang tinggi untuk mendakinya. dibutuhkan semangat dan ketabahan yang tinggi untuk dapat mencapai puncaknya. dan ketika berada ditengah buasnya alam semesta tersebut, bukankah kita akan sadar bahwa apa yang kita miliki selama ini, harta, pangkat atau jabatan tidak lagi ada harganya. 
                        
untuk mencapai dan menjadi seorang manusia yang religius dan  berspiritual tinggi salah satu kuncinya adalah menghilangkan keangkuhan, kesombongan dan keegoan, karena sifat - sifat tersebut hanya akan menimbulkan kemunafikan bagi kita manusia. biasanya dengan mengandalkan kekuasan, kekayaan dan kerupawanan wajah, manusia menjadi lupa pada DIA sang Pencipta, lupa bahwa semua yang ada hanya sedikit pemberian yang tidak kekal. kita semua lupa bahwa dengan semua itu DIA sebenarnya menguji kemampuan manusia dalam menguasai nafsunya.
semoga sedikit bacaan ini dapat menjadi bahan rungan, menjadi bahan pembelajaran agar kita menjadi manusia yang lebih baik dengan cara sedikit dem sedikit mengurai Kesombongan. dan semoga dengan contoh yang telah ada di sekeliling kita bisa menyadarkan Angkuhnya Manusia.
salam pagi #Pengembara-Sukma

Sunday, 3 November 2013

jangan hanya dari kata orang


luasnya lautan bisa diukur, tingginya bulan bisa diketahui dengan pengetahuan, tapi seberapa luas lautan spiritual hanya ia sendiri dan Tuhan yang bisa mengetahuinya. salam pagi..  tulisan di bawah ini adalah salah satu karay dari mbah santri gundul, mengenai sebuah perjalanan hidup dan bagaimana cara untuk menjalaninya. tapi disini saya ganti judulnya dengan jangan hanya dari kata orang.
Pak Tua, apa sebenarnya yang membuat bapak bgt semangat dan terkesan santai ( tdk ngoyo ) menjalani hidup ini, ” aku berseloroh “. Mas, Urip kwi nggur ” sawang sinawang ” sergah pak Tua. Donyo brono dudu ukuran seng biso ndadekno menungso urip bungah utowo seneng, bgt pak Tua menambahkan. Urip kwi biso digawe gampang ugo biso digawe susah. Intine ” Gampange wong Urip kwi, Uripe wong Gampang. Angele wong Urip kwi Uripe wong Angel “.Intine Susah lan seneng kwi ono njerone awake dhewe, dudu onok njabane awak dadine nek jarene piwulang Agomo, Surgo lan Neroko iku yo neng njerone awake dhewe seng wes diraksakno saiki dudu mengko lek wes tumekaning pati.
Sebelum pak Tua melanjutkan pembicaraannya, aku menyela…” Loh, bukannya di dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Surga dan Neraka bisa ditemui di alam akherat nanti pak??? “. Pak Tua menimpali, Lo iku lak jarene Tulisan nok Kitab Suci, opo sampeyan percoyo karo tulisan???. Perkataan pak Tua ini membuatku tertarik untuk melanjutkan diskusi sambil cangkruk di bale panjang sambil ditemani suguhan wedang Kopi. Dengan semangat akupun melanjutkan pertanyaan seperti di bawah ini :
Santri Gundhul : Mengapa orang mesti beragama?
Nelayan Tua : Siapa yang mengatakan mesti?
Santri Gundhul : Sejak kecil aku dinasehati untuk menjadi orang yang taat beragama, karena hanya dengan demikian orang akan masuk surga. Lebih khusus, lagi, aku juga diajari bahwa hanya yang memeluk Islam yang bakal masuk surga.
Nelayan Tua : He, he…dan engkaupun percaya?
Santri Gundhul : Mau tidak mau, karena hanya dengan begitu aku bisa masuk surga. Siapa yang tak ingin masuk surga?
Nelayan Tua : Lantas, apa yang kau maksud dengan surga?
Santri Gundhul : Menurut berita yang kuterima, itu adalah sebuah tempat yang teramat indah, yang didalamnya ada kebun yang indah, sungai mengalir di bawahnya, dan yang paling menarik..ada bidadari-bidadari yang teramat cantik…
Nelayan Tua : Ooooo….jadi engkau berjuang menjadi pemeluk agama yang taat agar bisa menikmati semua itu?
Santri Gundhul : Ya, kurang lebih begitu….
Nelayan Tua : Bagaimana jika semua itu tak ada? Apakah engkau masih akan taat beragama?
Santri Gundhul : aku belum memikirkannya….
Nelayan Tua : Ternyata…engkau itu pribadi yang tak ikhlash..kau berbuat sesuatu karena ada maunya…ada pamrih
Santri Gundhul : Bukan begitu…aku hanya mengikuti apa yang diajarkan kepadaku….
Nelayan Tua : He, he…kini engkau berkilah……Tapi baiklah…apakah yang mengajarkanmu demikian, pernah melihat surga? Apakah mereka tahu pasti bahwa surga itu ada?
Santri Gundhul : aku tak yakin..yang kutahu..mereka mengatakan surga itu ada karena itulah yang dikatakan Kitab Suci…
Nelayan Tua : Oh..jadi, diapun belum pernah tahu dan melihat sendiri…..
Santri Gundhul : Lalu apa salahnya..bukankah yang dikatakan Kitab Suci itu pasti benar?
Nelayan Tua : Yang bilang salah siapa? aku hanya ingin tanya, apakah pemahamanmu, dan pemahaman orang-orang yang mengajarimu tentang yang dikatakan di dalam Kitab Suci itu pasti benar?
Santri Gundhul : Kalau boleh jujur, kemungkinannya bisa benar ya bisa salah…
Nelayan Tua : Lalu, apa yang bisa menjadi tolak ukur bahwa pemahaman itu benar atau salah…
Santri Gundhul : Bukankah..pemahaman terhadap Kitab Suci itu sudah baku? Bukankah semua ulama memahami bahwa memang surga itu seperti yang dikatakan di dalam kitab suci, dan bahwa itu hanya diperuntukkan bagi orang Islam?
Nelayan Tua : Itulah masalahnya….kamu menganggap sesuatu yang cuma merupakan pemahaman, persepsi, hasil olah pikiran, sebagai sebuah kebenaran yang mutlak dan baku…
Santri Gundhul : Lalu…bagaimana semestinya…?
Nelayan Tua : Mari kita bicara tentang sebuah samudera. Menurutmu, bagaimana caranya agar kita bisa tahu tentang samudera itu? Apakah kita sudah punya alat untuk mengetahuinya?
Santri Gundhul : Dengan mataku, aku bisa melihat permukaan samudera yang biru…kadang aku bisa melihat kapal berlayar di permukaan samudera itu…
Nelayan Tua : Baik…lalu apa yang ada di balik permukaan samudera itu? Ada apa di kedalamannya?
Santri Gundhul : aku bisa menduga-duga dengan pikiranku..mungkin di dalamnya banyak ikan…mungkin juga ada terumbu karang..atau barangkali ada kapal selam….
Nelayan Tua : Apakah pasti demikian yang ada di dalam samudera?
Santri Gundhul : Ya belum tentu…..
Nelayan Tua : Satu2nya cara untuk mengetahui apa yang sesungguhnya ada di dalam samudera itu kamu harus menyelam..kamu harus masuk ke kedalaman….
Santri Gundhul : Tentu saja…
Nelayan Tua : Lalu, bagaimana caranya agar kamu bisa tahu hakikat surga?
Santri Gundhul : Pertama, aku sekadar mempercayai apa yang dikatakan oleh orang yang menurutku pintar…Kedua, aku gunakan akalku untuk menduga-duga seperti apa surga itu…Tapi, jelas, aku memang tak akan tahu banyak tentang surga jika begitu…Yang paling mungkin membuat aku tahu kebenaran surga..ya aku harus masuk dulu ke situ..aku harus menyaksikannya langsung….
Nelayan Tua : Lalu apa yang menghalangimu untuk melakukannya?
Santri Gundhul : Bukankah itu tak perlu? Bukankah sudah ada kitab suci? Bukankah sudah ada ulama yang membimbing kita?
Nelayan Tua : Kalau kau tak lakukan, kau tak akan pernah tahu kebenaran sesungguhnya…kau hanya akan terus dalam praduga, prasangka….bahkan sejatinya, kau juga tak akan tahu apakah yang selama ini kau yakini, yang kau terima sebagai ajaran dari sekian banyak orang yang kau anggap pandai itu, benar atau salah….
Santri Gundhul : Kamu benar…..tapi mungkinkah?
Nelayan Tua : Di dalam dirimu…sesungguhnya ada pintu gerbang untuk mengetahui hakikat kebenaran yang selama ini tersembunyi?
Santri Gundhul : aku tak pernah mendengar hal itu…
Nelayan Tua : Ha..ha…ha….
Santri Gundhul : Mengapa tertawa..
Nelayan Tua : Kau naif sekali…Kau yakin sekali sebagai pemilik tunggal surga, tapi hal sepele begitupun kau tak tahu…
Santri Gundhul : Ajari aku….aku sadar bahwa aku memang naif..
Nelayan Tua : Untuk bisa menemukan gerbang itu..kau harus melakukan banyak hal: kau harus singkirkan kedengkian, amarah, keserakahan, dan berbagai keburukan lainnya dari dalam hatimu…
Lalu, kau sering-seringlah memasuki alam keheningan..buat pikiranmu diam sejenak..biarkan dirimu berhubungan dengan suara di dalam hatimu…Berikutnya…kau harus berbuat baik kepada semua yang ada di sekitarmu…termasuk kepada pepohonan, bebatuan, langit, penghuni langit, tetangga, leluhur, dan semuanya…
Santri Gundhul : Berat sekali….
Nelayan Tua : Ha, ha..begitu saja sudah berat kok yakin jadi pemilik surga….
Santri Gundhul : Dalam hati aku misuh misuh pada diriku sendiri…Diampuuuuuuttt…aku memang GEMBLUNG..!!.
Nelayan Tua : Ya sudah, berhubung sudah larut kita akhiri jagongan ini, istirahat dulu bukannya besok kau akan menyelam??? nanti kau akan tahu sendiri keindahan di dalam laut setelah kau menyelaminya sendiri bukan dari cerita2 yg dutuliskan orang lain dlm buku.
Santri Gundhul : Baik pak, terima kasih sudah bersedia menemani dan mengantarkan saya menyelam besok pagi.

semua akan kembali

jangan bersedih hanya karena hilangnya sanak keluargamu, jangan bersedih hanya karena berkurangnya harta bendamu, tapi bersedihlah karena kau menjadi semakin jauh dariNYA. salam pagi, pengembara-sukma.blogspot.com..

                                                

semua akan kembali itu sudah pasti, karena hakekatnya semua ini hanyalah milikNYA dan jika sewaktu - waktu DIA yang mempunyai segalanya ingin mengambil dari kita maka kitapun harus rela dan iklas. hidup didunia ini hanya sementara, dan hidup yang sebenarnya itu adalah nanti saat kita sudah meninggalkan dunia ini, meninggalkan jasad dan tubuh ini.
Dalam menapaki kehidupan dunia yang fana ini, manusia senantiasa dihadapkan pada dua keadaan, bahagia atau sengsara. Perubahan keadaan itu bisa terjadi kapan saja sesuai dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun hanya orang yang beriman yang bisa lurus dalam menyikapi silih bergantinya situasi dan kondisi. Hal ini karena ia meyakini keagungan dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta tahu akan kelemahan dirinya.
jika seorang manusia sudah mengerti semua itu niscaya dia tidak akan bersedih saat bencana menimpa hidupnya, saat cobaan datang mengujinya, karena ia sudah sadar dan sepenuhnya sadar bahwa dunia ini sesungguhnya adalah pemberian dariNYA, adalah titipan dariNYA, bahkan tubuh dan nyawa juga adalah kepunyaanya.
hidup didunia ini seharusnya kita senantiasa untuk bersyukur dan selalu ingat, syukur terus atas semua pemberiannya, ingat terus akan keagungan nama dan sifat2nya. jangan hanya ingat saat melakukan ibadah saja, karena itu masih belum cukup dan bukan apa - apa jika dibandingkan atas segala nikmatnya. 
sekali lagi ingatlah wahai kawan bahwa semua akan kembali, kembali pada sang pemberi, kembali kepangkuan Illahi dan kembali menyatu pada Yang Satu...  salam pagi dari saya yang hina..

Monday, 16 September 2013

22 prediksi Ali Bin Abi Thalib

lihatlah gugusan awan yang ber arak mengikuti hembusan angin, lihatlah dahan pohon yang melambai - lambai mengikuti arah tiupan sang bayu, rasakan setiap terpaan angin yang menderamu, rasakan dengan hati, sejenak tinggalkan semua aktifitasmu, dan kau akan merasakan sebuah kedamaian, kenyamanan dan ketenangan. panjatkan syukurmu atas semua nikmat yang telah IA berikan....  salam siang.

                                                          

salah satu seorang sahabat Nabi Muhammad yaitu Ali Bin Abi Thalib telah memprediksi kejadian - kejadian yang akan terjadi setelah berakirnya zaman kenabian. dan prediksi tersebut sebagian telah terjadi dimuka bumi ini, terjadi pada semua lapisan masyarakat yang ada di muka bumi ini. lalu apa saja prediksi2nya?? 

22 prediksi Ali Bin Abi Thalib
"Akan datang suatu masa. Aku khawatir terhadap masa itu

1. Dimana keyakinan hanya tinggal didalam pemikiran.

2. Dimana keimanan tak berbekas dalam perbuatan.

3. Banyak orang baik tapi tak berakal.

4.Ada pula yang berakal tapi tak beriman.

5. Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai.

6. Ada pula yangkhusyu' tapi sibuk menyendiri.

7. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.

8. Ada pula ahli maksiat tapi rendah hati.

9. Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat.

10. Ada pula yang sedih menangis tapi kufur nikmat.

11. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat.

12. Ada pula yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.

15. Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan.

16. Ada pula pelacur tapi menjadi figur.

17. Ada yang memiliki ilmu tapi tidak paham.

18. Ada pula yang paham tapi tidak menjalankan.

19.Ada yang pintar tapi membodohi. 
20. Ada pula yang bodoh tapi tidak tahu diri.

21. Ada yang beragama tapi tidak berakhlak.

22. Ada pula yang berakhlak tapi tidak ber-TUHAN.

(Ali bin Abi Thalib)".

itulah 22 prediksi yang sudah terjadi dizaman ini, lalu termasuk yang manakah kita????
salam siang dari saya yang Hina....

Sekilas tentang sekte/aliran yang ada disekeliling kita

pagi yang cerah, ditandai dengan hangatnya sinar mentari, cahaya emasnya mampu menerangi seluruh sudut jagat, dinginnya embun pagi membawa kesejukan bagi setiap umat, ini adalah contoh dari sekelumit kecil kuasa Tuhan.... salam pagi.

iseng -iseng browsing dipagi hari dan tanpa sengaja menemukan sebuah artikel menarik tentang sekte atau aliran dari sebuah agama yang ada disekeliling kita, lalu aliran apa itu??  langsung saja kita simak ulasannya di bawah ini...

                                                        

①KHAWARIJ 
Kata ini diberikan bagi kelompok penentang tahkim dan menyatakan diri keluar dari barisah Shahabat Ali kw. Mereka bertendensi dg QS.Al-nisa:100,"Keluar dari rumah menuju Allah dan Rasul-Nya".
Sekte ini beranggapan bahwa dari keempat khulafa'ur rasyidin, hanya Abu bakar dan Umar saja yang kepemimpinya dianggap sah. Sedang Utsman dan Ali telah menyimpang dalam politiknya (seperti nepotisme Utsman dan penerimaan tahkim Ali) dan status kekhalifahan keduanya batal. Bahkan mereka berani menghukumi kufur, murtad dan pelaku dosa besar pada sebagian shahabat. Apakah anda punya tetangga seperti ini?

②SYIAH 
Adalah sekte pendukung setia Ali bin abi thalib. Jika peristiwa Tahkim kelompok khawarij mundur dan keluar dari Ali, maka sekte Syiah ini justru bersikap sebaliknya, yaitu setia membela dan mempertahankan kedudukan Ali kw hingga titik darah penghabisan.
Watak politik Syiah berhaluan teokratis, kebalikan dari demokrasi yg dianut khawarij, lawan politik syiah. Sekte ini menganggap imam terakhir mereka -Abu alqasim- sebagai alMahdi yang ditunggu diakhir zaman (namun Mahdi versi syiah ini sampai sekarang belum keluar juga ya?).Menurut sekte ini, seseorang tak dikatakan mukmin jika ia tak mau mematuhi khilafah atau imam. Bahkan kefanatikan pada Ali telah membuahkan dendam kesumat kepada Shahabat Nabi yang tak sepaham dengan Ali, hingga sampai sekarang.Berhati-hatilah bila anda mempunyai tetangga tipe ini :)

③MURJIAH
Sekte ini tampil dengan mengusung ideologi bahwa Shahabat yg ikut terlibat pertikaian itu (peristiwa tahkim) semuanya benar. Nampaknya prinsip inilah sejarah menyebutnya Murjiah, yg artinya orang-orang yg menunda atau menangguhkan.
Lambat laun dengan iklim politik yg kurang kondusif serta gencarnya klaim-klaim takfir yg ditudingkan kelompok khawarij kepada Ali dan Muawiyah, atau Syiah kepada Abu bakar dan Umar, telah menggiring Murjiah masuk pada perdebatan teologis yg menegangkan. Yaitu,-apa dan siapa orang mukmin dan kafir itu?-apakah Khawarij atau Syiah?Sekali lagi berhati-hatilah bila ada tetangga yg menghukumi kafir pada muslim lainya.

④MU'TAZILA
 Adalah sekte rasional atau mendewakan akal yg dipelopori Washil ibn atha' (80-131H/ 699-748M), murid al-hasan al-bashri. Ia juga salah seorang guru imam Hanafi.
Menurut Hasan al-basri, pelaku dosa besar tak dihukumi kafir tapi munafik. Sedang Washil, pelaku dosa besar adalah fasik dan berada diantara kafir dan mukmin. Artinya "dia tidak mukmin tidak pula kafir". Kontroversi antara guru dan murid inilah yang ditengarai munculnya sekte Mu'tazilah ini.
Dalam teologi,sekte ini berkeyakinan bahwa manusia memiliki kebebasan berkehendak dan menciptakan perbuatan amal mereka, bukan Tuhan (sebagaimana kaum Jabariyah). Artinya sekte ini mampu memilih Surga atau Neraka menurut hawa nafsunya.Berhati-hatilah bila bertetangga dg mereka, krn sekte ini sangat disukai oleh mahasiswa yg minim atau jahil agama.

⑤WAHABI-SALAFY 
Wah kalau sekte puritan ini pastilah anda lebih mengetahui seluk beluknya. Krn ciri-ciri mereka yang sok nyunah, padahal jahil bin bahlul dalam agama. Diantara slogannya yang agak rasio mengeruk jama'ah adalah KEMBALI PADA AL-QURAN DAN AS-SUNAH, padahal ini adalah pembodohan umat.
Belum lagi ciri dg istilah memurnikan akidah, seputar Syirik, bidah, khurafat yang menjadi wiridan ustad-ustadnya, bahkan pengikutnya pun tak mau kalah dg ustad-ustadnya.Kalau punya tetangga seperti ini, aku yaqin tak mempan diberi dalil. Solusinya kaploki wae!

 ⑥JUMHUR (MAYORITAS)
 Masyhur disebut Ahlussunah wal jama'ah atau Asya'irah dan Maturidiyah. Kelompok mayoritas ini bersifat netral, Artinya tidak sama dg sekte-sekte diatas.
Golongan ini dalam menilai Shahabat, semua dipandang sama. Maksudnya semua Shahabat musti dihormati krn telah bergaul atau bersentuhan langsung dg Rasulullah, dan tidaklah pantas bagi generasi setelahnya untuk mencaci mereka.
Memang kadangkala membandingkan 1 dg lainnya atau mengunggulkannya. Sebagaimana mengunggulkan Abu bakar dg shahabat lainnya, atau Khulafa'ur rasyidin atas shahabat pada umumnya.
Artinya pengunggulan shahabat ini tidak sampai mengkultuskan sebagaimana sekte Syiah, atau memojokkan sebagaimana sekte khawarij.
Inilah yang dinamakan As-sawad al-a'dzam yang insylh selamat sebagaimana telah dianjurkan oleh Rasulullah pada umatnya.Allah wa rasuluh a'lam.

 itulah sekilas tentang beberapa sekte/aliran yang ada, entah aliran mana yang benar hanya kuasa Tuhan yang tahu. semoga sedikit artikel ini dapat menambah pengetahuan dari para pembaca yang budiman, Salam dari saya yang Hina....

Sunday, 21 April 2013

Cerita Pantun Perginya Pajajaran

sebuah kerajaan dari tanah pasundan dengan raja yang sangat terkenal di seluruh nusantara yaitu Prabu Siliwangi. iya, kerajaan tersebut bernama kerajaanan Pajajaran. ada sedikit cerita dari kerajaan tersebut, cerita ini saya temukan dari salah satu grup yang ada di facebook. cerita ini berjudul
Cerita Pantun Perginya Pajajaran. untuk lebih jelasnya silahkan di baca ceritanya..
                                      



Cerita Pantun Perginya Pajajaran
Pun, sapun kula jurungkeun
Mukakeun turub mandepun
Nyampeur nu dihandeuleumkeun
Teundeun poho nu baréto
Nu mangkuk di saung butut
Ukireun dina lalangit
Tataheun di jero iga!

Prabu Siliwangi berpesan kepada para pengikut Pajajaran yang ikut mundur pada saat sebelum beliau menghilang. Perjalanan kita hanya sampai disini hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar.
Kalian harus memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini, tapi Pajajaran yang baru, yang berdirinya mengikuti perubahan jaman!
Pilih : aku tidak akan melarang. Sebab untukku, tidak pantas jadi raja kalau rakyatnya lapar dan sengsara.
Dengarkan!
Yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan!
Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke utara!
Yang ingin berbakti kepada yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur!
Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!
Dengarkan!
Kalian yang di timur harus tahu: Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus tahu, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi!
Kalian yang di sebelah barat! Telusuri oleh kalian jejak Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan menjadi pengingat dan menyadarkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya.
Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian akan dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné. Jangan dinanti-nanti, sebab nanti telaga akan jebol! Silahkan pergi! Tapi ingat jangan menoleh kebelakang!
Kalian yang di sebelah utara; Dengarkan!
Kota yang kalian datangi sudah tidak ada, yang kalian temui hanya padang ilalang. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa. Apabila ada yang memiliki pangkat, akan tinggi pangkatnya, tetapi tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti keturunan kalian bakal kedatangan tamu. Banyak tamu yang datang dari jauh, tapi tamu yang susah dan menyusahkan. Waspadalah!
Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus tingkah lakunya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar. Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang memiliki ilmu yang cukup, yang mengerti tentang keharuman yang sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya.
Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang namanya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak!
Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, tetapi menelusurinya harus memakai dasar (amparan). Tapi sayangnya yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong jadi harus sampai edan dulu.
Nanti banyak akan diketemukan, sebagian-sebagian. Sebab keburu dilarang oleh Pemimpin Pengganti!
Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah ANAK GEMBALA. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeueleum dan hanjuang.
Apa yang dia gembalakan?
Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Sebagian disembunyikan, sebab belum waktunya untuk diceritakan. Nanti kalau sudah tiba pada waktunya, banyak yang terbuka dan banyak yang meminta untuk diceritakan.
Tapi harus menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. Setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.
Dengarkan!
Yang saat ini memusuhi kita, mereka berkuasa hanya untuk sementara waktu. Tanah kering di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau besar. Nah di situlah, se-negara akan jadi tegalan, tegalan untuk kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota (alun-alun). Semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba murah dan cukup makanan (pangan).
Semenjak itu, bajak dikuasai monyet. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Tinggal tegalan diserbu monyet!
Keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh monyet, tempat penyimpanan padi habis oleh monyet, kebun habis oleh monyet, sawah habis oleh monyet, ladang diacak-acak monyet, perempuan hamil oleh monyet. Semuanya diserbu oleh monyet. Keturunan kita takut oleh yang meniru-niru monyet. “Panarat” (ini adalah alat bajak tradisional yang biasanya ditarik oleh kerbau, panarat adalah kepala bajak dan biasanya dipegang oleh petani untuk mengendalikan arah dan laju kerbau, biasanya petani sambil duduk di panarat ini). Sedangkan Wuluku (adalah alat pertanian tradisional yang digunakan untuk meratakan tanah di sawah, biasanya wuluku dipasang di belakang kerbau kemudian ditarik), ditarik keturunan bangsa kita. Banyak yang mati kelaparan.
Dari situ, banyak keturunan kita, yang mengharapkan tanaman jagung, sambil sok tahu membuka caturangga. Mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi. Lalu sayup-sayup dari ujung laut (samudera) utara terdengar gemuruh, Garuda menetaskan telur. Bumi ini bergetar seperti dilanda gempa!
Sementara di negara kita?
Ramai oleh orang yang ingin kabur, keadaan kacau sejadi-jadinya. Monyet-monyet lumpuh. Lalu keturunan kita mengamuk, mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa, jelas-jelas musuh dijadikan teman, yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Mendadak banyak orang berpangkat memerintah dengan cara yang gila; yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil tumbuh menjadi bapak; yang mengamuk tambah kuat, mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Negara kita menjadi sangat ribut/kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidak beda dengan tawon, yang kena lempar dan rusak sarangnya. Seluruh Nusantara dijadikan tempat jagal. Tetapi……keburu ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang sebrang.
Lalu berdiri lagi penguasa/Raja yang berasal dari orang biasa. Tapi memang titisan/keturunan raja. Keturunan raja jaman dahulu yang ibunya adalah seorang putri dari Pulau Dewata. Karena jelas keturunan raja, penguasa baru susah dianiaya!
Semenjak itu berganti lagi jaman. Ganti jaman ganti peran! Kapan? Tidak lama, setelah bulan muncul di siang hari, disusul oleh lewatnya bintang/komet yang terang benderang. Di bekas negara kita, berdiri lagi sebuah negara. Negara di dalam negara dan pemimpinnya bukan keturunan Pajajaran.
Lalu akan ada lagi raja, tapi Raja Buta –kata buta didalam istilah Sunda bermakna ganda, buta = tidak melihat, dan buta = raksasa/genderuwo yaitu sebangsa mahluk gaib yang jahat,tapi dalam bait ini sepertinya mengacu kepada istilah raja yang tidak melihat— yang membuat pintu tapi tidak boleh ditutup, membuat kolam pancuran air di tengah jalan. Memelihara elang di pohon beringin. Dasar raja tidak melihat! Bukan raja raksasa/genderuwo, tapi buta karena tidak melihat, buaya dan serigala, kucing garong dan monyet menggerogoti rakyat yang sedang susah. Sekalinya ada yang berani mengingatkan, yang ditangkap (diporog) –porog adalah semacam alat yang terbuat dari serat pohon pisang yang diletakan di lubang sarang burung untuk menangkapnya– bukan hewannya, tapi orang yang memberikan peringatan tersebut.
Semakin kedepan semakin kedepan, banyak raksasa yang buta tidak melihat, menyuruh kembali untuk menyembah berhala. Jalannya negara tidak beraturan, hukum dan aturan kacau dan terbelit-belit, karena yang mengendalikannya/mengatur wuluku (bajak) bukan petani. Jadi wajar saja bila bunga teratai tidak berisi sebagian, kembang kapas tidak berbuah, padi banyak yang masuk penanak nasi; sebab yang berkebunnya tukang bohong, yang bertani-nya hanya tukang janji-janji belaka, yang pintar terlalu banyak, tapi pinter kebelinger.
Kemudian datang pemuda berjanggut, datangnya cuma sebentar sambil menyandang kantong tua mencoba memperingatkan yang sedang salah langkah, memperingatkan yang sedang kelupaan, tapi tidak ditanggapi. Karena pinternya kebelinger, maunya hanya menang sendiri. Mereka tidak sadar, bahwa saat itu langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian.
Alih-alih ditanggapi, pemuda berjanggut ditangkap lalu dimasukan ke penjara. Lalu mereka mengacak-ngacak dapur orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan. Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang Pajajaran untuk diceritakan. Sebab takut ketahuan, bahwa mereka sebenarnya yang menjadi gara-gara selama ini.
Penguasa-penguasa buta, semakin hari semakin keterlaluan, melebihi kerbau bule. Mereka tidak menyadari bahwa jaman waktu itu sudah masuk kedalam jaman : jaman hewan. Jaman manusia dikuasai oleh hewan!
Kekuasaan para raksasa (buta) ini tidak berlangsung lama; tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat, banyak rakyat yang kemudian mengharapkan beringin patah di tengah kota. Para raksasa buta akan menjadi tumbal, tumbal karena kelakuannya sendiri.
Kapan waktunya?
Nanti, saat munculnya anak gembala!
Dari situ banyak yang ribut; bermula di satu daerah kemudian semakin lama semakin besar dan meluas ke seluruh nusantara. Orang yang tidak tahu masalah menjadi gila dan ikut-ikutan berkelahi, dipimpin pemuda gendut! Sebabnya berkelahi? Memperebutkan warisan. Yang serakah ingin dapat paling banyak; yang memang punya hak meminta bagiannya. Hanya yang sadar mereka pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terkena getahnya.
Yang bertengkar lalu berhenti. Mereka baru sadar kalau semuanya tidak mendapatkan bagian. Sebab warisan sudah habis, habis oleh mereka yang menggadaikan.
Para raksasa kemudian menyusup, yang berkelahi menjadi ketakutan, ketakutan difitnah telah menghilangkan negara, lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai pintunya setinggi batu, yang beratap oleh pohon handeuleum dan bertiang pohon hanjuang.
Mencari anak tumbal, tadinya hendak meminta tumbal. Tapi, anak gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati.
Dengarkan!!
Jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Geger lagi seluruh nusantara. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian anak gembala. Silahkan pergi, tapi ingat jangan menoleh kebelakang!
Posting Lama ►
 

Copyright © 2013. Pengembara Sukma -